LINI DEPAN BARCA YANG MANDUL

Musim 2011/12 sudah berakhir. Tinggal menyisakan 1 pertandingan yang penting atau dianggap sangat penting jika melihat raihan Barcelona musim ini yang minim. Banyak opini berterbangan di media dan forum. Mesti jual siapa dan mesti beli siapa. Rata-rata opini tersebut hanya berputar di area belakang. Jarang ada yang beropini bahwa lini depan Barcelona mesti mengalami perombakan. Perombakan??


Messi menyabet el pichichi dengan 50 gol dan meraih tropi sepatu emas Eropa karena mejadi striker tersubur di musim ini. Selain itu, Messi sukses mematahkan rekor Gerd Muller. Itu adalah fakta yang tidak terbantahkan. Jika ada pertanyaan "kenapa Barca tidak juara UCL dan La Liga musim ini?", maka saya akan menjawab "Barcelona di musim 2011/12 terlalu tergantung kepada Lionel Meessi". Ini terlihat dari statistik bahwa Barca memenangkan 3 dari 12 laga ketika Messi tidak mencetak gol. 19 gol dari total 50 gol yang dibuat Messi adalah 5 kali hat-trick dan 1 kali quad-trick, hanya menambah jumlah gol Messi, bukan menambah poin. Masih ingat ketika laga Chelsea vs Barcelona? Atau laga el clasico di Camp Nou? Terlihat jelas bagaimana Messi kesulitan mencetak gol. Tiba-tiba Messi seperti dihinggapi "penyakit gugup" di pertandingan krusial dan besar yang sebelumnya menghinggapi Cristiana Ronalda. Malahan di laga UCL vs Chelsea tersebut, hanya Iniesta dan Busquets yang mencetak gol. Di laga el clasico di Camp Nou pun hanya Alexis yang sanggup mencetak gol.

Coba kita lihat Barcelona di musim 2008/09. Kala itu Samuel Eto'o, Messi dan Thierry Henry sukses mencetak total 100 gol di semua ajang. Pembagiannya Eto'o 36 gol, Messi 38 dan Henry mencetak 23 gol di semua ajang. Barcelona sukses menyabet gelar La Liga, Copa del Rey dan Liga Champion Eropa. Di musim 2009/10, Barcelona hanya sukses mencetak 91 gol di semua ajang. Messi mencetak 47 gol, Ibra 21 gol dan Pedro membuat 23. Hasilnya Barcelona memenangkan La Liga, Super Spanyol, Super Eropa dan piala Intercontinental atau biasa di sebut FIFA World Cup Club.
Musim selanjutnya, Messi mencetak 53 gol, David Villa mencetak 23 gol dan Pedro mencetak 22 gol. Hasilnya Barcelona sukses mendapat gelar La Liga, Liga Champion dan Super Spanyol.

Jika melihat data-data diatas dan membandingkan dengan raihan Messi di musim ini yang mencetak 72 gol di semua ajang, Alexis membuat 15 buah gol, Pedro yang mencetak 11 gol dan Villa yang membuat 9 gol, maka terlihat jelas bahwa Messi semakin menjadi tokoh sentral di tubuh Barcelona terutama ketika Villa, Pedro dan Afellay cidera. Setiap tahun jumlah gol Messi permusim semakin naik. 38, 47 dan 72. Jika target awal musim adalah juara La Liga, Liga Champion Eropa dan kejuaraan-kejuaraan "minority" lainnya, maka figur Messi mesti dikurangi.
Jika menghakimi kontribusi Villa, Pedro dan Afellay yang minim adalah terlalu naif namun masuk akal. Naif, karena sepakbola adalah jenis olahraga yang sering melakukan kontak fisik. Cidera menjadi hal wajar. Masuk akal, jika melihat permainan Villa dan Pedro tersebut ketika fit yang kurang bersinar.

Ketika Pep mengambil alih Barca dari Rijkaard, Pep mengubah Messi menjadi "false-9". Hal itu membuat permainan Barca semakin enak dilihat dan menjadi semakin menyerang. Namun peran "false-9" tersebut hanya akan efektif jika pemain sayap memiliki kualitas yang mumpuni, dalam hal ini seperti Eto'o atau Thierry Henry. Ketika Villa, Pedro dan Afellay cidera, Pep mencoba memberi peran winger kepada Iniesta, Cesc bahkan mengambil Tello dan Cuenca dari Barca B. Bahkan Pep pernah mencoba bermain skema tanpa penyerang kala bermain di FIFA World Cup Club kemarin dan skema ini hanya sukses di ajang tersebut. Ketika di praktikan di La Liga, skema tersebut berantakan.

Jika merujuk kalimat Tot's Units Fem Forca (bersama kita kuat), maka lini depan sangatlah buruk. Di liga musim ini, Messi mencetak 50 gol, Alexis 12 gol, Xavi 10 gol, Cesc 9 gol, Villa 5 gol, Pedro 5 gol dan Afellay 0. Hanya Messi yang sanggup memberi kontribusi maksimalsebagai pencetak gol, maupun sebagai pengoper tertinggi dengan raihan sebanyak 29 kali assist di semua ajang. Yang lainnya hanya berperan sebagai cameo.
Andai Tito ingin memperbaiki lini depan, maka para penyerang diatas wajib menjadi perhatian untuk kemungkinan dijual. Selain penbelian striker baru, Tito pun seharusnya memikirkan opsi skema penyerangan Plan B. Saya tulis kata "seharusnya" karena itu adalah opini saya dan semua keputusan ada di tangan Tito. :D

cmiiw



FIDELITAT BLAUGRANA SENSE LIMITS




Sumber: Messistats, Goal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar