Akankah Messi Menepati Janji-Janjinya?

Ah, awal tahun 2015 merupakan tahun yang sangat menarik bagi suporter FC Barcelona. Selain harus menjalani hukuman larangan transfer oleh FIFA sejak pertanggal 1 Januari, banyak kemudian hal yang mengemuka dan cukup penting bagi kelangsungan klub. 

Keindahan FC Barcelona Berbalut Demokrasi

Bagi yang ingin mengenal FC Barcelona lebih jauh dengan alasan agar bisa membully madridista, lebih baik kalian berhenti untuk mengidolakan Barca. Serius! 

FC Barcelona merupakan klub yang sangat indah di dunia dan tidak perlu dicoreng oleh suporter kosong yang hanya mencari masalah. Keindahan FC Barcelona tidak bisa ditandingi oleh klub mana pun, baik itu oleh Real Madrid, Osasuna mau pun Athletic Bilbao. 

David Moyes, Sang Terpilih Pembuat Riak di FC Barcelona

Saya kini meyakini jika David Moyes adalah sosok terpilih alias The Chosen One seperti yang dikatakan suporter Manchester United jauh, sebelum Moyes dijatuhkan ke tempat terhina dan pesakitan di paruh kedua musim kompetisi 2013/14 lalu. Yes, Moyes merupakan sang Terpilih, bukan untuk The Red Devils memang, namun untuk FC Barcelona. 

Zubizarreta, Pahlawan yang Terlempar dari Surga


Seorang teman perempuan saya (yang tidak bisa saya sebutkan karena beliau cukup popular dan saya yakin dia akan senyum-senyum sendiri kala membaca artikel ini. Kisah beliau akan saya buat artikel terpisah nanti, jika mood sedang baik) bercerita mengenai kisah cinta dia mirip dengan klub-klub medioker kala melawan tim besar. Sadar jika akan kalah dan patah hati, tapi harus tetap dijalani karena menjadi keharusan. Tidak peduli bagaimana akhir kisah cinta teman saya tersebut, namun cinta menjadi dasar pemikiran beliau. Sebuah ketidakmungkinan yang harus dijalani dan didoakan untuk menjadi mungkin. Tidak ada yang mustahil di dunia ini. Tanya saja David Moyes. 

Tata Martino Versus Luis Enrique; Siapa yang Lebih Baik?

Saya selalu percaya jika setiap akibat merupakan hasil dari rentetan banyak sebab. Artinya, dibutuhkan banyak sebab sebelum menghasilkan akibat. Hal ini muncul karena kompleksitas kehidupan manusia yang saling terkait. Asumsi yang berlebihan, mungkin.

Ketika Sejarah Hanya Akan Menjadi Masa Lalu Semata

Saya membaca sebuah cerpen karya Dee yang sangat indah berjudul Surat Yang Tak Pernah Sampai. Dalam cerita pendek tersebut ada sebuah kalimat yang abstrak, namun mudah dicerna, yaitu "sejarah seperti awan yang tampak padat berisi tapi ketika disentuh menjadi embun yang rapuh." Kalimat Dee tersebut menceritakan jika sejarah sangat rawan untuk diputarbalikan atau diubah, karena sejarah tergantung kepada data, fakta dan ingatan. Sudah beragam contoh sejarah yang kemudian diralat setelah ditemukan bukti yang baru.