Johan Cruyff Versus Duo Rosell dan Bartomeu

Baru berduka ditinggalkan Agusti Montal i Costa yang telah berpulang pada 22 Maret waktu Spanyol, suporter FC Barcelona kembali disegarkan kembali ingatannya oleh Johan Cruyff. Mantan pesepak bola asal Belanda itu telah berpulang pada 24 Maret tahun lalu karena kanker paru. Sebuah pekan yang sulit bagi para suporter Blaugrana. 


Baik Agusti Montal dan Cruyff meninggalkan warisan yang tidak sedikit, di luar lapangan maupun, khususnya Het orakel van Betondor, di dalam lapangan. Tanpa keduanya, kemungkinan besar kita tidak akan bisa melihat FC Barcelona yang ada seperti sekarang. 

Montal dan Cruyff sendiri seakan menjalin sebuah hubungan yang tidak bisa terpisahkan. Seakan-akan Yang Maha Kuasa telah menggariskan keduanya untuk saling bertaut satu sama lain. Tanpa kegigihan Montal, maka Nummer 14 tidak akan bisa merapat ke Barcelona sebagai pemain. Tanpa Cruyff hijrah ke Camp Nou, maka tidak akan ada La Masia, Josep Guardiola dan Lionel Messi. Tanpa dua pria terakhir tadi, maka tidak akan ada rekor-rekor yang terukir dan terpecahkan dan puluhan piala yang menyesaki lemari trofi.

Meskipun Camp Nou, atau yang dahulu disebut sebagai Estadio del CF Barcelona dibangun untuk mengakomodir animo penonton yang membludak demi menyaksikan kehebatan Laszlo Kubala, namun Montal sadar jika Barca membutuhkan pemain baru untuk menggairahkan kembali stadion. Tidak salah jika kemudian beliau melobi Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF) untuk mencabut regulasi perihal larangan pemain asing. Hasilnya, Cruyff langsung merapat ke Azulgrana, pasca memenangi tiga Piala European secara beruntun bersama Ajax.



Kedatangan pria yang ditinggal ayahnya saat berusia 12 tahun itu mengubah masa depan klub asal Katalunya tersebut. Meski Ia hanya mempersembahkan dua piala, yaitu Liga Spanyol dan Copa del Rey, tapi penampilan apik di atas lapangan membuat publik Camp Nou terkesima dan mengidolakan, termasuk diantaranya Joan Laporta yang menonton secara langsung di stadion ketika berusia 11 tahun. Laporta bahkan mengaku lari ke tukang cukur agar rambutnya bisa menyerupai idolanya itu.  

Dikemudian hari seluruh mata fans Barca melihat apa yang telah Jopie berikan kepada Barcelona di luar lapangan, kecuali Sandro Rosell. Ya, sang mantan presiden itu bagai minyak dan air dengan Cruyff. 

Sandro Rosell


Ketika Ia berkuasa di kantor Barca, hal yang pertama Rosell lakukan ialah menarik gelar presiden kehormatan yang disandang oleh Cruyff dan diberikan oleh Laporta. Tanpa ada sambutan khusus atau menunggu waktu lama, Cruyff langsung mengembalikkan medali tersebut tanpa ke meja depan. Alasannya karena tidak ada dalam statua klub untuk memberikan gelar kehormatan kepada seseorang. Memang betul apa yang Rosell katakan, tapi publik tidak bisa menutup mata seberapa bencinya Sandro Rosell kepada Johan Cruyff. 

Semua bermula kala Laporta menjadikan El Flaco sebagai penasihat tidak resmi klub. Langkah ini diambil sebab Cruyff dianggap mempunyai segudang pengalaman dalam menuntun L'Elefant Blau membangun kembali Barca, yang kala itu dalam keadaan terperosok dan medioker. Hasilnya adalah pemilihan Frank Rijkaard sebagai pelatih. Meski sempat diragukan karena Rijkaard sukses membawa Sparta Rotterdam terdegradasi untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, namun pria yang kini sudah pensiun sebagai pelatih itu membawa kesuksesan luar biasa di Camp Nou.

Begitu pun ketika Cruyff menyarankan Laporta untuk menunjuk Josep Guardiola, seusai Txiki Begiristain mewawancarai Jose Mourinho yang mempunyai CV lebih mentereng dan bukan orang baru di Barca. Guardiola melahirkan kesuksesan yang kita kenal saat ini dan Mourinho menjadi sosok kontra dan kontroversial di mata Barcelona.

Rosell pun mengapresiasi pemilihan Guardiola, namun ketika Ia memutuskan untuk hengkang pada 2005, semua karena Cruyff. Menurut Rosell, sosok Cruyff menjadi beban bagi Laporta dan Barca. Bahkan dalam sebuah wawancara dengan Cadena SER di 2013, dua tahun setelah menduduki jabatan presiden, Rosell membuka perasaannya perihal Cruyff dengan berkata: "Jika Cruyff tidak datang ke Camp Nou, maka kita akan mendapatkan lebih banyak kursi kosong." 

Ada dua pesan tersirat dalam sepenggal kalimat tersebut, yaitu: apakah Johan Cruyff hanya menjadi beban yang menyesakkan stadion atau tanpa Johan Cruyff maka Barcelona tidak akan ada apa-apanya?

Josep Maria Bartomeu


Ada beberapa pihak yang kurang berkenan dengan Josep Maria Bartomeu yang saat ini menjabat sebagai presiden. Rata-rata mereka yang tidak menyukai Bartomeu adalah para pengikut Cruyffista, sebab Bartomeu merupakan pengikut Sandro Rosell yang paling setia. 

Ketika Rosell memutuskan hengkang dari Barca pada 2005, Ia membawa Bartomeu juga, yang kala itu menjadi manajer tim bola basket Barcelona. Ketika Rosell masuk sebagai presiden di 2010, tidak menjadi sebuah kejutan lagi dengan kembalinya Bartomeu yang kini menduduki wakil presiden untuk urusan sporting alias direktur olahraga. Kala Rosell mundur dengan alasan penyerangan terhadap apartermennya menggunakan senjata api oleh orang-orang yang tidak dikenal, tidak menjadi kejutan (lagi) Bartomeu maju sebagai presiden pengganti. Meski sempat menolak diadakan pemilihan presiden, akhirnya Ia menyetujui diadakan pilpres dimana dia akhirnya keluar sebagai pemenang sebab ditopang oleh kesuksesan Luis Enrique memenangi tiga piala di akhir musim.




Pada sebuah cuplikan berita Mundo Deportivo tertanggal 5 Juli 2008 perihal alasan pengunduran dirinya dan Rosell serta meminta diadakan jajak pendapat soal kepemimpinan Laporta, Bartomeu terang-terangan mengincar Cruyff untuk hengkang dari klub. Menurutnya, Cruyff telah memberikan banyak masalah kepada klub, tanpa menyebutkan apa yang menjadi problem. 

"Jika Laporta pergi, Cruyff pun akan meninggalkan klub, yang sudah berada di belakang Laporta sejak 2003," kata Bartomeu. 

"Cruyff telah mempengaruhi banyak hal dan banyak keputusan disetujui oleh direksi berdasarkan saran darinya. "

Sekarang, Johan Cruyff dan Agusti Montal i Costa telah berpulang. Mereka telah menemukan kedamaian dan meninggalkan catatan sejarah, baik yang buruk atau pun yang baik. Akan tetapi begitu juga dengan kehidupan, ada hikmah di balik keburukan dan kemalangan, ada pembelajaran dari masa lalu dan ada kenangan yang tidak pernah bisa dilupakan. Lagipula, bukan kah manusia hanya bisa meninggalkan nama semata?



*update: Sabtu (25/03) 21.00 WIB


FC Barcelona akan menamakan stadion di pusat latihan Ciutat Esportiva Joan Gamper dengan nama Estadi Johan Cruyff yang akan dipergunakan oleh tim Barca B dan FCB Femini karena Mini Estadi ak dihancurkan, sesuai proyek Espai Barca.

Selain penamaan stadion, Johan Cruyff pun akan lebih dikenal sebagai salah satu legenda terbesar Blaugrana dengan dibuatkan patung di depan Espai, bersamaan dengan patung Laszlo Kubala yang sudah lebih dulu tercatat di tinta emas lembaran sejarah Barca maupun Spanyol.

"Stadion di masa mendatang di Ciutat Esportiva akan dinamai Johan Cruyff," ujar Bartomeu pada peringatan satu tahunnya berpulang El Flaco.

"Klub pun akan merekomendasikan pembuatan patung untuk menghormati Cruyff, yang akan ditempat di Camp Nou masa depan [Espai]."

Selain itu, ada pula seksi khusus di salah satu penjuru Museu FC Barcelona President Nunez, musium kepemilikan klub.





PRIMER EL BARCA!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar