SIKLUS KIPER REDUP.

Sungguh sulit menjadi Zubizaretta sekarang ini. Harus melakukan perpanjangan kontrak beberapa pemain tim inti seperti Busquets, Pique, Villa, Adriano. Lalu beberapa pemain Barca B seperti Sergi Roberto, Gerard Deulofeu, Oier dan Rafinha. Kemudian harus mulai memikirkan nasib pemain pinjaman seperti Isaac Cuenca, Ibrahim Afellay, Fontas. Lalu memikirkan siapa saja yang akan didekati atau mungkin dibeli untuk skuad tim utama musim depan. Pun memikirkan siapa saja yang akan dijual atau diloan musim panas nanti. Saya hanya bisa menghela nafas ketika melihat banyaknya tugas Zubi. Salah sedikit bisa fatal bagi neraca keuangan dan prestasi klub.

Oh ya berbicara mengenai transfer pemain, dengar kabar dari harian Spanyol (lupa nama hariannya) kalau Barca akan membeli kiper asli Spanyol. Target utamanya sih kiper Espanyol bernama Francisco Casilla. Agak masuk akal sepertinya jika pihak klub lebih memilih pemain berkebangsaan Spanyol. Bukan diplot sebagai kiper timnas Spanyol, namun lebih ke faktor koordinasi pertahanan.

Masalah koordinasi pertahanan ini pernah menimpa Fc Barcelona di awal musim 2003/04. Kala itu klub membeli kiper asal Turki yang bersinar di Euro dan Piala Dunia Korea-Jepang. Namun ketika dibeli Barca, Rustu tidak bisa berbicara bahasa Spanyol sehingga bentrok dengan Frank Rijkaard karena lebih percaya kepada Victor Valdes. Well, faktor cidera juga sih sebenarnya yang menghambat karir Rustu di Barca. :D

Kiper di Fc Barcelona setelah era Zubi memang mengalami kemunduran yang sangat hebat. Banyak kiper berkualitas yang, ya bisa dibilang tidak sesuai harapan. Artikel selanjutnya mengenai krisis kiper bisa dibaca di artikel saya sebelumnya di sini.

Jika melihat beberapa contoh klub lainnya, ada semacam kesulitan atau nasib buruk (?) yang menimpa kiper baru yang menggantikan kiper yang telah lama bermain di suatu klub. Contohnya Peter Schmeichel untuk Manchester United, Oliver Kahn di Bayern Munich, bahkan di Fc Barcelona sendiri setelah Zubi pindah klub di akhir musim 1994/95 lalu.

Valdes Bersama Zamora Emas
Selepas peninggalan Schmeichel, MU harus bereksperimen terlebih dahulu dengan memasang Bosnich, Van Der Gouw, Fabian Barthez, Carroll sampai akhirnya datang Edwin Van Der Sar. Di Bayern pun sama, Rensing, Butt dan Kraft harus bersusah-payah dahulu selama 3 musim sampai akhirnya Bayern Munich memutuskan untuk mengucurkan dana bagi pembelian Manuel Neuer. Jika tidak salah, siklus kiper redup ini pernah menimpa Real Madrid juga sebelum akhirnya Iker dipromosikan ke tim utama.

Lalu kesimpulannya apa? Simpel sih, kita bersiap untuk tegang untuk beberapa musim kedepan, andai siklus seperti diatas terjadi pada FCB musim depan atau musim depannya lagi, andai Valdes jadi hengkang. Meski Valdes selau dianggap sebagai biang blunder, namun dirinya sanggup memenangkan penghargaan Zamora untuk 5 kali, sehingga berhak mendapatkan Zamora Emas. Terlalu naif jika berkata torehan fantastis Valdes tersebut tanpa adanya turut campur lini pertahanan Barca yang kuat. Sama seperti rekor-rekor Lionel Messi tanpa adanya kerjasama dari pemain lainnya. Mustahil.

Rumor yang menyatakan jika FCB telah mempersiapkan dana 50 sampai 60 juta Euro untuk pembenahan di 3 lini, antara lain kiper, CB dan striker, harus dipergunakan secara maksimal. Jika memang berniat membeli kiper baru, maka harga agak mahal sedikit mungkin tidak masalah agar mistar gawang aman. Namun semua itu tidak akan ada artinya jika lini belakang keropos.

Sangat menarik untuk melihat perkembangan selanjutnya. :)





PRIMER EL BARCA! 
Artikel sebagian disadur dari Marca.
Image: Marca

Tidak ada komentar:

Posting Komentar