TITO & TRANSFER POLICY

Hal paling konyol adalah cerita - cerita beberapa nama pemain yang kemungkinan di transfer untuk musim depan. Lucu dan membuat saya berfikir, kita (cules) atau Tito yang ditunjuk menggantikan Pep? Mungkin akan menjadi sok tahu jika kita ikut dalam perdebatan transfer pemain. Terlalu dini dan terlalu gegabah. Namun artikel ini hanya akan menyebutkan beberapa sektor yang musti di koreksi untuk musim depan.
Saya tidak akan menyebut nama, karena saya hanya mengidolakan semua pemain Barcelona, mantan pemain Barcelona dan beberapa pemain Newcastle United. Untuk siapa mengisi posisi mana, saya hanya bisa pasrah terhadap keputusan Tito. Terlalu prematur jika berasumsi terhadap hal-hal yang belum pasti. Terutama jika mengenai isu transfer pemain ini.

Untuk bek kiri, banyak yang berdebat tentang pembelian Gareth Bale. Yeap, Bale memang pemain bagus. Tetapi terlalu prematur jika kita menunjuk Bale sebagai target pemain musim depan. Untuk diketahui, Barcelona memiliki surplus 10 pemain yang sering masuk line-up yang bisa berperan sebagai winger. Iniesta, Cesc, Afellay, Villa, Messi, Alves, Adriano, Tello, Cuenca, Alexis dan Pedro. Nah, mau di simpan dimana tuh Bale? Haruskah ada pemain yang keluar? Maaf, tapi semua pemain diatas memiliki kualitas yang bagus.

Memang harus saya akui ada beberapa pos yang mesti mendapat pembenahan untuk musim depan. Bek tengah, bek kiri, kiper, pemain tengah dan striker. Ok lah ya, Puyol sudah tua. Kecepatan Puyi dan Abidal sudah berkurang. Namun perlu diketahui, Puyi dan Abidal sejauh ini di plot sebagai covering, bukan stopper. Puyol dan Abidal masih memiliki taji jika man-to-man. Jika di beri lawan yang melakukan counter-attack, Abidal dan Puyol akan kewalahan. Sedihnya, semua lawan Barca akan memakai strategi counter-attack. Contoh: Chelsea, Milan dan Real. Meski Real masih sedikit menyerang karena harga diri mereka, namun gol-gol mereka sebagian dari counter-attack.

Kiper? Bukan sebagai pengganti Valdes, namun pengganti Pinto. Memang Pinto itu kiper yang bagus. Namun akan bijaksana jika posisi kiper di berikan kepada pemain La Masia untuk menambah jam terbang. Pemain tengah? Mungkin tidak terlalu krusial untuk posisi ini. Banyak pemain tengah Barcelona yang memiliki kualitas bagus. Pun masih bisa mengambil stok dari La Masia. Posisi ini hanya perlu penambahan untuk rotasi. Xavi sudah menua. Stamina dan kecepatannya sudah berkurang. Dari bulan Maret sampai sekarang, saya merasa Xavi bermain buruk. Mungkin terlalu capek oleh padatnya jadwal bermain. Untuk pertandingan kemarin melawan Rayo Valecano, saya tidak menontonnya. Jadi saya tidak bisa berkomentar tentang penampilan Xavi.

Striker? Untuk posisi ini, saya akan bertanya, apakah Barcelona membutuhkan strategi Plan B? Perlu diketahui,  Plan B adalah memasukan striker murni yang memiliki kualitas bagus terutama di heading, ketika skema permainan tiki-taka melalui work-on-box gagal. Dulu Barcelona memiliki Henrik Larsson, Ibra, Henry. Sekarang kita punya kenangan tantang kehebatan mereka doang.
Sekedar informasi, ketika melawan Chelsea di leg 2, Pep memaksakan Puyol dan Keita menjadi target-man di area penalti. Sejatinya tugas ini tadinya akan diemban Pique yang memiliki postur tubuh tinggi. Namun ketika Pique ditarik keluar, bisa dibilang kita kalap.
Masih ga percaya jika Pep memaksakan Puyol dan Keita menjadi target-man? Coba ingat-ingat lagi, kenapa Torres bisa bebas ketika melakukan break dan memasukan gol kedua bagi Chelsea? Siapa yang me-marking Torres? Ga ada. Itu karena semua pemain belakang Barcelona yang memiliki headingan bagus dibanding pemain depan, berkonsentrasi di area penalti. Siapa yang salah atas gol kedua Chelsea? Ga ada.
\
Yah, saya hanya amatir tentang Barcelona. Banyak analis dan cules yang lebih tahu tentang Barcelona dibanding saya. Anyway, ini cuma opini saya. :))



FIDELITAT BLAUGRANA SENSE LIMITS!


2 komentar:

  1. keren opininya gan, untuk kiper memang perlu banget pencarian yg lebih responsibilitynya mantap. Valdes kurang sigap, suka bingung sendiri maju apa ngga, akhirnya nanggung. Dan dengan mudah striker lawan membobolnya.
    Striker murni perlu banget untuk plan B. Bener, terutama yg jago heading. Untuk sayap memang kalo Bale jadi masuk tambah optimis utk musim depan. Selain kecepatan, tendangan kerasnya luar biasa. postur tinggi gede. Tapi keputusan ada di Tito dan managemennya. Visca el Barca!

    BalasHapus
  2. Valdes kan emang sweeper keeper. Dia mesti maju kalo ada pemain lawan yang maju tanpa kawalan pemain belakang. :))

    BalasHapus