FANBOY PEMAIN

Musim transfer seperti sekarang mungkin waktu paling menegangkan bagi beberapa orang. Menegangkan sekaligus membuat beberapa orang merasa jago dalam analisis, sanggup memprediksi transfer secara akurat, serta berasumsi memiliki kedekatan dengan pelatih, seperti saya. :D Saya tidak akan menulis tentang berita transfer pemain atau mencoba menerka strategi yang akan dipakai oleh Tito, Mourinho, atau pelatih lainnya. Startegi pelatih adalah hak pelatih. So, kita biarkan pelatih kesayangan kita meracik strategi yang mungkin akan efektif. :)

Saya kaget ketika seorang teman meng-counter-tweet opini teman-temannya tentang kepindahan Robin van Persie dari Arsenal. Bagaimana katanya fans Arsenal mencaci-maki RvP dengan julukan mata duitan karena tidak mau memperpanjang kontrak dengan Arsenal. Saya tidak akan mengulas tentang Arsenal dan kaitannya dengan RvP. Saya menaruh respect terhadap Arsenal, jadi saya tidak berada di posisi untuk mengkritisi masalah ini. :)

Jika kita lihat, pesepakbola rata-rata pindah klub karena beragam alasan. Gaji, prestasi, konflik internal, karena nyaman dengan suatu kota atau karena alasan keluarga. Melihat alasan-alasan tersebut, menjadi pembenaran dalam kepindahan sorang pemain. Pemain adalah manusia biasa. Namun fans kadang tidak mengerti dan tidak bisa menerima jika sang idolanya pindah. Mungkin ini adalah salah satu contoh keegoisan dan kemunafikan fans. Memuji pemain ketika masih membela klub, tapi mencaci maki dan mencoba mengkontrol kehidupan sang pemain, tanpa melihat lebih dalam alasan sang pemain ingin pindah klub. Meski begitu, kadang sang klub atau pelatih memutar-balikan fakta tentang kepindahan ini demi nama baiknya. :#

Memang tidak bisa dipungkiri jika seorang pemain berkontribusi dalam meningkatkan jumlah membership atau penjualan merchandise. Beragam alasan fans berbuat seperti itu. Entah karena fisik sang pemain atau kemampuan sang pemain. Namun apa yang terjadi jika sang pemain tidak dapat berkontribusi maksimal di klub? Atau mungkin pindah klub dengan beberapa statement yang menjelekan klub? Apakah sang fans akan tetap setia terhadap klub? Hanya fans yang bersangkutan yang tahu jawabannya.

Figo dan Mourinho, Pernah Menjadi Pahlawan Fc Barcelona

Sebagai contoh, dahulu yang membuat saya mencintai Barca adalah Ronaldo Luis. Namun ketika Ronaldo pindah ke Real Madrid dari Inter, saya hanya bisa kecewa. Beberapa tahun kemudian saya mengetahui kenapa Ronaldo bisa pindah ke Inter dari Barca dan alasan pindah dari Inter ke Real Madrid. Sama halnya dengan kasus Luis Figo.
Intinya, ada baiknya kita mencintai suatu klub karena filosofi dan permainan klub tersebut, dibanding dengan mencintai suatu klub karena pemain X atau pemain Z. 2 Alasan diatas akan membuat kita makin mencintai dan loyal terhadap klub tersebut, meski pemain silih berganti masuk klub.
Di Barcelona sendiri katanya ada komunitas yang tidak mengidolakan salah seorang pemain pun. Namun data-data mengenai komunitas ini sangat kurang, bahkan bisa dibilang invalid.

Memang, mengidolakan seorang pemain adalah hak dasar dari setiap fans. Namun akan menjadi blunder jika sang idola pindah ke klub rival. Sangat tidak lucu dan akan menjadi cibiran jika seorang cule berpindah keyakinan menjadi madridista hanya karena sang pemain pindah juga. Atau jika Mourinho kemudian melatih Barcelona. Apakah cules akan berhenti mencintai Barcelona??





Inspirasi dari @Codile
PRIMER EL BARCA 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar