KOMPARASI CALON KIPER

Sudah menjadi label bagi wanita jika belanja selalu lama karena sering memilih-milih barang yang akan dibeli. Saya tidak anti feminisme, namun hal tersebut sudah menjadi rahasia umum. Rencana akan membeli 1 barang, namun waktu yang akan dihabiskan bisa berjam-jam. Keluar masuk toko atau menawar harga barang hingga mendapati harga minim sepertinya menjadi tradisi yang harus dilakukan. Tujuannya hanya satu: mendapatkan barang dengan kepuasan tertentu. 


Tapi pemikiran di paragraf diatas tidak berlaku mengikat terhadap perempuan saja. Terbukti sebuah klub akan menimbang dengan matang untuk bisa membeli pemain tertentu. Sama seperti perempuan, sebuah klub akan memiliki beberapa kandidat agar bisa diambil 1 pemain yang dirasa terbaik dan sesuai dengan permainan atau budget klub. 

Saya agak heran dengan FC Barcelona. Liga masih terhitung baru dimulai, namun rumor mengenai pembelian pemain santer dengar. Memang betul jika Barca membutuhkan beberapa pemain dengan posisi tertentu yang dianggap urgen, seperti isu pembelian center back atau striker. Namun yang membuat saya heran adalah isu mengenai pembelian kiper untuk menggantikan Victor Valdes dan Jose Pinto. Secara etis, hal tersebut dirasa kurang pantas karena pemain juga seorang manusia. Akan menjadi blunder dan citra buruk jika kemudian sang pemain sakit hati. 

Rumor mengenai kiper untuk musim depan dimulai kala presiden Sandro Rosell mengungkapkan pujiannya kepada Thibaut Courtois. Tapi saya melihat sikap Rosell tersebut hanya sebagai lip-service semata karena Rosell berkata "Semua tergantung kepada Zubi untuk mengontrak pemain". Jika Rosell memang berniat membeli Courtois, maka Rosell akan berhadapan langsung dengan pelatih Chelsea yang juga 'musuh bebuyutan' FCB, Jose Mourinho. Kecil kemungkinan Barca bisa membujuk Mou meski Courtois bersedia bergabung dengan blaugrana. 

Sebelum liga dimulai, ada selentingan jika Barca berminat kepada Marc Andre Ter Stegen. Namun yang terjadi adalah kesepakatan pra-kontrak dengan pihak Ter Stegen bahwa kiper Munchengladbach tersebut akan bergabung musim depan. Barca tidak mau nasib seperti Rustu Recber terulang lagi. Oleh karenanya Ter Stegen diminta belajar bahasa Spanyol agar bisa berkomunikasi dengan pemain belakang. 

Lalu ada alumnus La Masia, Pepe Reina yang katanya ingin dibawa pulang oleh Barca. Agak aneh jika melihat nasib Reina di Liverpool. Menjadi pilihan pertama di musim 2012/13 namun kemudian dipinjamkan ke Napoli di musim 2013/14. Dari yang saya baca kondisinya, Reina sebetulnya memang diminati oleh FCB musim panas lalu. Masalah yang timbul kemudian adalah Valdes masih ingin tinggal di Barca hingga sisa kontrak habis dan Liverpool kadung membeli Mignolet, maka mau tidak mau Reina harus dipinjamkan agar Liverpool tidak surplus pemain dan Barca tidak mau membeli Reina karena posisi kiper sudah penuh untuk musim 2013/14. 

#ValdesNoTeVaya #ForeverValdes
Selain nama-nama diatas, ada juga nama kiper Getafe, Miguel Angel Moya yang menurut MD akan menjadi kiper pengganti Pinto.Tapi karena kita sedang membahas kiper pengganti Valdes, maka kita bahas 3 nama diatas. Thibaut Courtois, Pepe Reina dan Marc-Andre Ter Stegen secara statistik jika dibandingkan dengan Victor Valdes. 

Sebelum kita bahas, ada satu hal yang harus diketahui mengenai kiper yang dibutuhkan Barca. Shot stopper, unggul aerial duel karena lemahnya defending set-piece Barca dan distribusi bola karena Barca membangun serangan dari posisi kiper atau yang biasa disebut play out dengan tugas kiper sebagai sweeper keeper. 3 poin ini yang akan dibandingkan. Harap diingat, statistik hanyalah angka semata. 

Shot Stopper 

Sepanjang musim 2013/14, Valdes telah memiliki rasio penyelamatan per-gol sebanyak 3,67 atau mensave 3,67 kali dari setiap gol tercipta ke gawang Valdes atau melakukan penyelamatan sebanyak 22 kali. Jumlah penyelamatan ini tidaklah terlalu besar untuk ukuran liga Spanyol. Penyelamatan tersering dilakukan oleh kiper Levante, Keylor Navas sebanyak 33 kali. Tapi 33 penyelamatan Navas dibagi 14 gol yang masuk ke gawang Navas, maka akan didapat angka rasio 2,36. 

Diantara Ter Stegen, Reina dan Courtois serta Valdes sebagai patokan, maka Reina adalah kiper dengan rasio penyelamatan tertinggi dibawah Valdes dengan angka 3,50. Patut menjadi catatan jika Reina hanya bermain sebanyak 7 pertandingan liga dengan 1 hasil imbang. Pemain lain sudah melakukan sebanyak 8 pertandingan liga. Patut manjadi perhatian dari Reina adalah Reina sukses menahan tendangan pinalti Balotelli. 

Di posisi selanjutnya kita akan dapati Courtois dengan rasio sebesar 2,50 dan Ter Stegen dengan rasio 1,83. Apiknya permainan Atletico Madrid di musim 2013/14 berpengaruh terhadap jumlah bola kemasukan ke gawang kiper asal Belgia ini. Pressing ketat dan permainan fisik yang diperlihatkan anak asuhan Diego Simeone membuat Courtois bisa sedikit santai. Hal ini bisa dilihat dari jumlah penyelamatan sebanyak 13 kali namun dengan jumlah kebobolan yang sama dengan Valdes, yaitu 6 gol. Artinya, barisan belakang ATM membuat Courtois tidak perlu bersusah payah melakukan penyelamatan. Hal serupa terjadi pula pada diri Reina yang hanya melakukan penyelamatan sebanyak 14 kali. 

Mungkin Ter Stegen hanya bisa mencapai rasio 1,83, tapi Ter Stegen melakukan penyelamatan sebanyak 22 kali. 'Hancurnya' nilai rasio Ter Stegen bisa terjadi karena kekalahan dari Bayern Munchen (3 gol), Leverkusen (4 gol) dan Hoffenheim (2 gol). 

Meski Ter Stegen memiliki rasio kemasukan per-gol terkecil, namun Ter Stegen memiliki rasio penyelamatan per-pertandingan yang setara dengan Valdes yaitu 2,75 kali. Diposisi selanjutnya akan kita temui Reina dengan 2,00 dan Courtois dengan 1,88. 

Distribusi Bola

Bagi fans klub-klub lain, terutama klub Inggris, mungkin sudah biasa melihat kiper menendang bola dari area kotak pinalti ke lini tengah atau lini depan. Tujuannya agar bola ke lini depan bisa cepat tersalurkan. Sering cara ini menjadi tidak efektif, terutama jika hanya menyisakan satu-dua orang striker melawan barisan pertahanan lawan. Berbeda dengan kebanyakan klub, FCB membangun serangan dimulai dari kiper. Kiper akan melakukan passing kepada lini belakang, yang kemudian berlanjut ke lini tengah dan lini depan. Cara ini mungkin tidak akan efektif jika pemain memiliki kemampuan passing yang jelek dan tidak memiliki kepercayaan diri yang kuat. 

Dalam skema total football, kiper tidak hanya berdiam diri dibawah mistar gawang karena akan menjadi kesia-siaan. Karenanya total football benar-benar bermain dengan 11 pemain sebab kiper turut berperan serta dalam membangun serangan dan pertahanan. Lebih lanjut, high defensive line mengharuskan kiper lebih aktif sebagai pemain terakhir dalam skema pertahanan. Tidak heran jika kiper dari tim yang menganut total football memiliki tendensi keluar dari area gawang untuk mengejar bola sehingga bisa memperkecil ruang tembak pemain lawan. Dari dua hal diatas, maka akan kita dapati posisi unik bernama sweeper keeper. 

Jika kita lihat secara seksama, Valdes jarang atau bahkan tidak pernah melakukan distribusi bola langsung ke tengah lapangan. Yang Valdes lakukan adalah mengoper ke lini belakang. Hal ini menyebabkan Valdes memiliki nilai passing yang besar untuk seorang kiper. Di musim 2013/14 saja, Valdes memiliki passing sukses sampai 96% di pertandingan melawan Real Sociedad dan 93% kala menghancurkan Levante 7-0. Nilai terkecil terjadi kala Barca menghadapi Rayo Vallecano dengan hanya membuat 28% saja. Presentasi rata-rata distribusi Valdes di musim ini adalah 68% atau rasio 66 kali. 

Untuk soal distribusi bola, Ter Stegen memiliki presentasi rata-rata cukup besar, bahkan lebih besar dibanding Valdes sendiri dengan nilai 79% atau 211 kali passing ke pemain belakang. Kemudian ada Pepe Reina yang bisa mengkoleksi 72% distribusi sukses dari 116 kali. Nilai terkecil dimiliki oleh Courtois dengan 56% saja atau 36 kali. Dari sini, maka bisa disimpulkan jika Courtois harus belajar banyak rondo. :D

Aerial Claim

Defending set-piece sering menjadi momok bagi Barca. Sudah banyak gol tercipta karena corner dan crossing. Sampai-sampai Barca mengkontrak pelatih Girona bernama Rubi untuk mengurusi set-piece, terutama defending set-piece.

Dalam melakukan penyelamatan crossing, ada 2 cara yaitu menangkap bola atau memukul bola. Kedua ini sah dilakukan. 

Valdes memiliki presentase 100% dalam menangkap bola atau aerial claims. Nilai sempurna Valdes ini ternyata tidak mencerminkan bagusnya Valdes karena di sepanjang musim ini Valdes rata-rata melakukan aerial claim sebanyak 1 kali di tiap pertandingan, kecuali di pertandingan kontra Almeria dimana Valdes melakukan aerial claim sebanyak 3 kali. Untuk meninju bola, Valdes memiliki presentase 50% dan lagi-lagi nilai terbesar didapat kala menghadapi Almeria dengan 4 kali tinjuan bola. Jika dilihat lebih seksama, Valdes di musim 2013/14 lebih percaya diri dan kerap keluar menangkap umpan silang dibanding musim lalu. 

Sama seperti Valdes, Ter Stegen memiliki presentasi aerial claim sebesar 100% dan 50% dalam meninju bola. Selanjutnya akan kita temui Pepe Reina dengan presentasi 98% aerial claim sukses dengan 1 kali kegagalan kala menghadapi AC Milan. Untuk meninju bola, Reina jarang melakukan hal ini sehingga hanya mendapat presentase 29% saja. Courtois mendapat presentase 88%. Nilai Courtois yang kecil ini ternyata bukan patokan karena Courtois termasuk rajin melakukan aerial claim dengan aksi atas 2 kali di 4 pertandingan berbeda. Tanpa rasio peninjuan bola, bisa disimpulkan Courtois memiliki kebiasaan menangkap bola dibanding meninju bola. 

Harga Pasaran

Menurut situs transfermarket, harga Valdes saat ini berada di kisaran 10 juta euro. Dengan usia menginjak 31 tahun, nilai Valdes menurun sejak awal tahun 2012. Ketidak-suksesan FCB di Liga Champion pun sepertinya mempengaruhi nilai pasaran Valdes karena sepanjang tahun musim 2012/13, nilai Valdes terus menurun. 

Harga tertinggi diantara 4 kiper ini disematkan kepada Thibaut Courtois dengan harga pasaran 25 juta euro. Usia yang masih relatif muda, 21 tahun dan bisa memasuki timnas Belgia membuat Courtois dilabeli sebagai kiper berprospek cerah. Bagi saya, ATM beruntung dan menang banyak bisa meminjam Courtois dengan harga sekitar 1,5 juta euro. Ahahaha 

Marc-Andre Ter Stegen yang sama-sama berusia 21 tahun dengan Courtois hanya bisa mencapai harga 11 juta euro. Berbeda dengan Courtois yang sudah masuk ke timnas senior Belgia, Ter Stegen baru masuk ke skuad U21 Jerman. Patut menjadi perhatian adalah Ter Stegen memiliki histori cidera sebanyak 4 kali dari musim 2010/11. Salah satu cideranya adalah pergelangan tangan yang merupakan vital bagi kiper. Sedangkan Courtois belum pernah cidera.

Memiliki usia yang sama dengan Valdes, Reina dihargai 10 juta euro. Napoli beruntung bisa mendapatkan limpahan kiper sekelas Reina karena tidak perlu mengeluarkan sepeserpun untuk meminjam Reina. 

Kesimpulan

Dengan data-data yang telah dipaparkan diatas, maka nama Reina bisa masuk sebagai kandidat. Selain karena faktor matangnya permainan, Reina pun sudah faham Barca karena berasal dari Masia. Faktor usia tidak terlalu berpengaruh untuk kiper. Malah banyak kiper yang semakin tua, semakin bagus permainannya. 

Ter Stegen dan Courtois adalah prospek untuk masa depan karena usia yang masih muda. Courtois sudah faham dengan permainan Spanyol dibanding Ter Stegen. Namun dengan niatan Ter Stegen untuk belajar bahasa Spanyol menandakan jika Ter Stegen adalah sosok yang mau belajar agar bisa berkembang. 

Bagi saya pribadi, dari 4 kandidat diatas, nama Valdes masih menjadi kiper terbaik. Jika Barca memang ingin membeli kiper, seharusnya memasukan nama Mignolet juga. Secara statistik EPL di musim 2012/13, Mignolet unggul dibanding Reina dalam banyak hal. Maka tidak heran Brendan Rodgers 'membuang' Reina demi Mignolet. 

Yang membuat saya kesal ketika menemani mantan berbelanja adalah setelah berputar-putar di mall dan mencoba banyak baju, ternyata tidak jadi membeli. Gedeg banget lah itu. 



PRIMER EL BARCA! 
Statistik menurut squawka

1 komentar:

  1. tara di curhatkeun ke mantan,wkwkwkwkw -salah satu admin ibbgr-

    BalasHapus