Teori Konspirasi Demi Jabatan Presiden ala Josep Bartomeu

Dalam beberapa bulan terakhir saya belajar bahwa lelaki akan selalu salah dan perempuan selalu benar. Seberapa fatal pun kesalahan yang ada, maka para tulang rusuk pria tersebut bisa membalikkan keadaan dan fakta, serta muncul menjadi sosok yang tersakiti, meninggalkan para lelaki kebingungan dan merasa bersalah. Well, mungkin tidak semua perempuan seperti itu, seperti anak perempuan saya contohnya. Harap diingat, saya menyebut 'perempuan', bukan 'wanita'. Ada perbedaan dalam dua kata tersebut.

Paragraf diatas bukan curhatan hati. Bukan. Saya hanya mencari persamaan dengan artikel yang ingin saya sampaikan. Tidak ada maksud apa-apa, selain membuat analogi sederhana agar artikel ini mudah difahami. Jika ada nama dan kejadian yang serupa, itu merupakan kebetulan semata. 

Presiden FC Barcelona, Josep Maria Bartomeu dituntut atas perannya dalam tuduhan penggelapan pajak dalam transfer Neymar. Tidak main-main, disinyalir pajak yang digelapkan sebesar 2,8 juta euro atau sebesar Rp39 miliar. Fantastis! 

Beberapa jam usai dikenai tuduhan tersebut, Bartomeu dijadwalkan akan memberikan bukti sebagai pembelaan pada 13 Februari nanti kepada Pengadilan Audiencia Nacional di kota Madrid. Namun perkataan Bartomeu pada stasiun televisi Katalunya 8TV-lah yang membuat dahi berkerut. Bartomeu menuduh ada pihak-pihak tertentu yang menginginkan nama Barca tercoreng. 

"Ayah Neymar berbicara jika Real Madrid mengejar anaknya, dan mereka tidak menyukai jika Neymar ke Barca. Setiap kali Neymar bermain bagus mereka membalikkannya. Itu merupakan pertanyaan besar," ujar Bartomeu seperti dipetik dari ESPN

"Mungkin itu karena kami mengontrak neymar dan hal tersebut memicu pergerakan (usaha menjatuhkan) dari seseorang yang tidak ingin Neymar datang ke Barcelona. Seseorang yang telah melewati batas dan kami harus berkata 'cukup'. Ada banyak hal yang berhubungan dan itu harus dihentikan. Kami tidak melakukan kesalahan." 

"Barca tidak melakukan kesalahan. Kami mendatangkan Neymar dengan nasihat dari (firma pengacara) Cuatrecasas. Segalanya berjalan dengan semestinya. Kami tidak peduli dengan tuduhan-tuduhan yang ada, tapi lain lagi dengan pengadilan yang menuntut kami. Hal tersebut membuat kami sangat marah." 

"Nilai transfer Neymar sebesar 57juta euro. Penuntut umum kemudian menambah-nambahkan nilai tersebut, tapi yang terpenting adalah tim lain (other teams) yang memiliki kekuasaan tidak menyukai kami mengontrak Neymar."

"Kami harus membayar (secara moral) secara politis. Penguasa-penguasa tertentu di ibukota Spanyol (Spanish state) tidak menyukai Neymar datang ke Barca, ke klub Katalunya atau ke klub bernuansa Katalunya (Catalanista)."

Dalam wawancara tersebut pun Bartomeu mengungkapkan teori konspirasi di kota Madrid terkait transfer pemain muda. 

Pertanyaannya: apakah memang betul ada konspirasi untuk menjatuhkan FC Barcelona? Apakah ada sebuah perkumpulan konspirator yang menyerupai Illuminati atau Jewish Group untuk menghentikan masa keemasan FC Barcelona? 

Terlepas dari benar atau tidaknya tuduhan konspirasi ini, namun ada dua hal yang bisa dipetik, yaitu: viktimisasi atau viktimologi (entah ada atau tidak kata itu di KBBI, ya kan Wulan? =)) ) ala Barcelona, dan upaya Bartomeu untuk memberikan citra baik sebelum pemilihan presiden Barca. 

Viktimisasi dan viktimologi sangat erat kaitannya dengan blaugrana. Bahkan bisa dibilang jika upaya-upaya untuk memberi kesan sebagai korban tersakiti layaknya sinetron Indonesia yang dilakukan Barca kerap muncul kepermukaan, terlepas siapa pun presidennya. Kasus transfer Luis Figo, transfer Alfredo Di Stefano dan pembunuhan Josep Sunyol adalah sedikit contoh kasus dimana Barca muncul sebagai korban (penjelasannya akan dilanjutkan dalam buku el clasico yang sedang saya susun). Viktimisasi ini bahkan menjadikan Real Madrid sebagai The Bad Guy dan FC Barcelona sebagai The Good Guy. 

Viktimisasi?

Agak sulit menerka teori konspirasi. Klub-klub La Liga memang kerap berbicara mengenai teori konspirasi jika merugikan mereka. Real Madrid menuduh FC Barcelona mempengaruhi LFP dengan teori Villarato, refferring kepada Angel Maria Villar Llona yang menjadi presiden RFEF. (Suporter) FC Barcelona menuduh Real Madrid mendapat perlakuan istimewa dari wasit karena sering mendapat penalti. Atletico Madrid bergosip jika dominasi Barca dan Madrid tidak boleh diganggu gugat atau dirusak. Terus saja seperti itu sampai si Wakwaw bersua dengan ayahnya. 

Saya yakin jika pihak-pihak tertentu yang dimaksud oleh Bartomeu dan juga suporter Real Madrid akan semakin menuduh Bartomeu memang dibantu oleh otoritas berkuasa, usai Javier Tebas selaku presiden LFP menyatakan keheranannya pada tuduhan yang dijatuhkan kepada Bartomeu. 

"Ada kesalahan dalam tuntutan kepada Bartomeu. IRPF (pajak) 2014 bisa dibayarkan sampai 31 Januari. Namun belum empat hari berselang, ia dituntut. Ini adalah kasus yang bisa diperdebatkan, dan Bartomeu bisa saja benar. Saya berbicara dalam kasus Bartomeu, bukan kasus Sandro Rosell," ujar Tebas. 

Ah iya, pemilihan presiden FC Barcelona akan dilakukan pada musim panas tahun ini. Bartomeu adalah salah satu kandidatnya. Bagi suporter FC Barcelona di luar Spanyol dan bukan soci, mungkin pemilihan presiden FCB tidak sepenting berapa banyak rekor yang diraih oleh Messi atau jumlah kemenangan tim utama. Namun memegang tampuk kekuasaan dari salah satu klub besar dunia merupakan sebuah kebanggan. Sebuah prestise. Dan Bartomeu sadar akan hal tersebut. 

Suporter FC Barcelona di Katalunya dan Spanyol pada umumnya mempercayai semua ucapan Bartomeu. Bahkan dalam sebuah survey yang diadakan media massa Katalunya menunjukan jika 51 persen suporter Barca setuju dengan teori konspirasi. Ah iya, Bartomeu tidak perlu capek-capek untuk meyakinkan suporter luar Katalunya karena mayoritas tidak bisa memberikan suara dalam pemilihan. Cerdas.

Bartomeu hanya perlu menciptakan teori konspirasi agar mendapatkan simpati suporter. Sama seperti partai politik kala kampanye kemarin di Indonesia. Keren kan? 


PRIMER EL BARCA!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar