SIAPA PEMEGANG TIKI-TAKA SELANJUTNYA, ROSELL??

Dengan rumor kepergian Pep yang melambung akhir-akhir ini dan rumor-rumor mengenai pelatih pengganti, saya akan memberikan hats-off buat Pep. Pelatih kharismatik yang sudah memberi kebahagian dan pelajaran yang sangat banyak kepada saya pribadi dengan filosofi yang di terapkannya. Pun telah memberikan banyak gelar terbanyak sepanjang sejarah Fc Barcelona.
Dan saya yakin semua cules tidak akan lupa kemenangan-kemenangan yang di raih Pep dan kemenangan-kemenangan Barcelona di Santiago Bernabeu. Bagi saya, 2 kali kalah dari Real merupakan rekor bagus dan semacam "pemberian", karena saya merasa Pep tidak fokus dan berniat menang di final CdR tahun lalu dan di el clasico kemarin. Agak arogan memang opini saya tersebut. Namun banyak alasan kenapa saya bisa beropini seperti itu. No offense bagi fans Real. :)

Sistem Barcelona dan filosofi Barcelona jika di lihat lebih mendalam, akan menemui 1 buah fakta kecil yang tidak bisa dianggap remeh. Yaitu, semua mengerucut kepada Cruyff. Ketika Joan Laporta membangun Barcelona dari tumpukan hutang, minimnya gelar dan keringnya harga diri, Cruyff merupakan penasihat pribadi Laporta. Jika dilihat lagi, Cruyff merupakan pemberi nyawa Fc Barcelona. Jujur, saya tidak tahu mengenai permainan Barcelona sebelum era Cruyff. Saya tidak menemukan data-data yang relevan mengenai sistem permainan Barcelona kala itu. So, saya beranggapan bahwa Cruyff adalah pencipta dan pemberi ruh ke Fc Barcelona dengan tiki-taka yang kemudian disempurnakan.

Laporta membangun Barcelona dengan menunjuk Frank Rijkaard sebagai pelatih. Meski pada awalnya Rijkaard sendiri pesimis, namun semua kesabaran berbuah manis dengan rekor pelatih tersukses ketiga dibawah Johan Cruyff dan Josep Guardiola. Seperti yang kita ketahui, Rijkaard merupakan bekas anak asuhan Cruyff di The Dream Team Ajax yahun 1988. Seperti sang mentor, Rijkaard pun menerapkan skema permainan yang sama seperti Cruyff di Ajax dahulu dan di The Dream Team Barcelona. Passing-pasing pendek, mobilitas tinggi serta skema yang fluid. Bagi saya, pemilihan Rijkaard sebagai pelatih kala itu lebih karena anjuran Cruyff. Untungnya Laporta berani berspekulasi dengan menunjuk pelatih yang masih hijau dengan percaya terhadap Cruyff.

Mungkin banyak yang heran kenapa saya beranggapan jika pemilihan Rijkaard ada campur tangan Cruyff. Sekedar info, pada saat itu banyak mantan anak asuh Cruyff yang menduduki posisi di dalam tubuh Barcelona. Txiki Berguistain dan Pep Guardiola yang melatih Barca B adalah sebagian kecil contoh.
So, dari situ saya melihat seperti ada kaitannya antara Laporta yang menduduki kursi kepresidenan dan manajemen Barcelona dengan Cruyff. Cruyff sepertinya ingin mengaktifkan kembali filosofinya yang telah lama pasif di tubuh Barcelona. Filosofi total football yang di sempurnakan lebih dalam dan cocok di tubuh Barcelona bernama tiki-taka. Dan ketika Pep melatih tim utama, saya tidak kaget. Karena Pep juga adalah bekas anak asuh Cruyff di tahun 1992. Secara tidak langsung ada campur tangan Cruyff di dalam pemikiran strategi Pep. Meski Pep meminta saran dari Marco Bielsa ketika akan melatih Barcelona.

Yang menjadi masalah adalah, dengan rumor bahwa Pep tidak memperpanjang kontrak, siapa pelatih selanjutnya?? Apakah capable? Bagaimana dengan filosofi permainan tiki-taka? Yang saya takutkan adalah Barcelona bermain dengan sistem yang berbeda dengan tradisi klub. Agak tidak lucu jika Barcelona bermain catenacio, padahal publik Camp Nou sangat mengidam-idamkan permainan indah.
Akan menjadi bukan kejutan jika ternyata Rosell memilih pelatih Italia, Inggris atau Brazil. Respect saya terhadap pelatih-pelatih lainnya yang memiliki prestasi melatih yang mentereng, tapi ini Barcelona bung! Klub yang memiliki filosofi tersendiri. AS Roma melalui Luis Enrique, Villareal dan Swansea berusaha meniru Barcelona, namun belum bisa menyamai. Hanya Atletic Bilbao melalui Marco Bielsa yang lumayan sukses "meniru" skema tiki-taka. Rosell memiliki sejarah yang cukup jelek dengan Cruyff setelah Rosell menarik gelar presiden kehormatan Cruyff karena alasan ingin membuang semua hal yang berhubungan dengan Laporta. Alasan yang bagi saya sangat naif dan kekanak-kanakan.

Andai kata Rosell memiliki hubungan baik dengan Cruyff, maka Rosell bisa meminta saran dari Cruyff agar semangat tiki-taka akan tetap di Barcelona. Namun nasi sudah menjadi bubur. Maka saya hanya bisa berdoa agar Pep tetap di Barcelona. Andai kata Pep tidak memperpanjang kontraknya, saya akan berdoa dengan sekuat tenaga agar Marco Bielsa atau Luis Enrique yang melatih Barcelona di musim depan. Bagi saya, kedua individu tersebut memahami filosofi tiki-taka.
Then again, manusia hanya bisa berusaha dan berharap, Allah juga yang merestui. Semoga Allah berkenan mengabulkan doa saya terhadap klub yang sangat saya cintai melebihi apapun. Sebuah klub yang telah menyelamatkan hidup saya secara pribadi. Amin.


FIDELITAS BLAUGRANA SENSE LIMITS!