HOWAY BARCA!! VISCA THE LADS!!

Jika saya bertanya kepada seorang cule alasan mencintai Barcelona. Maka jawabannya beragam. Ada yang karena pemain tertentu, ada yang karena alasan historis, ada karena alasan filosofi Barca itu sendiri atau karena alasan kekuatan hegemoni Barca. Well, semua orang punya alasan tersendiri. Kita tidak berhak menghakimi opini seseorang kan?


Saya sering melihat cules yang memaki pemain atau Barca jika Barca kalah di final atau dalam pertandingan yang menentukan. Wajar? Wajar sih. Mungkin dia sedang taruhan uang sehingga kesal uangnya hangus begtu saja karena kejumawaan dirinya terhadap Barca. Atau dia memaki dan kesal karena akan menjadi bahan ledekan fans tim lain. Hahaha
Namun apakah kita -cules- akan tetap setia dengan Barca, apapun yang terjadi? Banyak yang akan bilang "Tentu saja!". Ah, saya sudah bosan mendengar janji-janji manis. Waktu adalah hal utama yang akan menjawab semua itu. Time will tell.

Saya belajar banyak dengan mencintai Newcastle United. Sebuah tim "kecil". Iya, tim kecil yang pada musim lalu hanya memiliki anggaran kurang dari 25 juta euro namun bisa mencapai European League. Padahal target awal musim hanya papan tengah klasemen akhir. Jika dibanding dengan Barca, maka Newcastle bukan lah apa-apa. Kekuatan perlini diantara keduanya sangat jauh. Tetapi dari situ saya belajar mencintai sebuah tim tekanan nama besar. Jika menang, saya akan gembira, segembira Barca menjuarai Liga Champion, namun tidak segembira jika Barca menjuarai pertandingan liga melawan tim lemah. Jika kalah, maka saya hanya bisa tersenyum puas.

Lebay mungkin. Tapi alasan saya untuk mencintai Newcastle adalah karena Barca terlalu superior. Terlalu naif mungkin. Tapi memang begitu adanya. Setiap kemenangan Barca melawan tim kecil membuat saya imun dengan namanya kesenangan akan kemenangan. Padahal banyak tim-tim La Liga yang dapat menumbangkan Barca, namun karena mental juara serta strategi yang jitu, maka Barca -dengan prosentasi 95%- akan menang. Saya rindu kekalahan Barca.

Ok, saya bukan madridista dan saya tidak gila. Saya pun tidak berkata bahwa Barca telah "sold out". Saya hanya berkata apa yang ada di benak saya. Saya butuh suatu dorongan yang memompa adrenalin saya, pun membuka mata saya terhadap sisi lain dari sepakbola. Dari situ, saya bisa menilai seadil mungkin terhadap hal-hal yang ada.

Newcastle United memberi saya pelajaran penting jika loyalitas seorang fans tidak bisa diukur dengan jumlah raihan piala ataupun berapa banyak uang yang dikeluarkan. Mendukung sebuah tim itu sebuah panggilan jiwa. Kita tidak bisa mencintai sebuah tim, jika "panggilan" tersebut tidak ada di diri kita. Jika kita mencintai karena panggilan tersebut, maka apapun raihan tim kita, kita akan tetap mencintainya. Malahan akan berbangga hati karena jerih payah setiap pemain dalam berusaha.

Sepakbola memberi kita banyak hal. Sebuah loyalitas, sebuah kecintaan tanpa batas. Namun ada baiknya kecintaan itu memiliki batas. Karena tidak ada di dunia ini yang tidak terbatas, kecuali Dzat-Nya dan matematika.
Menang ataupun kalah, saya tetap bangga menjadi fans karbitan Newcastle United dan Fc Barcelona. :)





PRIMER EL BARCA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar