Warisan Cruyff, Adalah Keniscayaan bagi FC Barcelona

Seberapa penting sosok pahlawan di mata generasi sekarang? Apakah menjadi nama yang menghiasi jalanan, selembar uang atau foto-foto di kelas sekolah semata tanpa diketahui sumbangsihnya?


Menyedihkan, jika seorang pahlawan hanya diingat begitu saja. Padahal, tanpa diminta, seorang pahlawan merupakan individu yang telah mengorbankan jiwa, raga, waktu dan harta demi idealisme dan kehidupan yang lebih baik lagi bagi generasi mendatang.

Johan Cruyff adalah legenda FC Barcelona. Itu sudah pasti. Semua orang orang menyetujui Cruyff sebagai figur legendaris bagi Barca, dibanding bagi Ajax Amsterdam. Meski di kedua klub tersebut Cruyff meninggalkan jejak yang begitu mendalam. 

Layak kah Cruyff menyandang gelar pahlawan bagi Blaugrana? 

Sebagai pemain jenius, Ajax, Barca, Los Angeles Aztecs, Washington Diplomats, Levante dan Feyenoord mendapatkan kehormatan yang khusus untuk menjadi etalase kehebatan Cruyff, serupa dengan timnas Belanda. Tapi sebagai pelatih, FC Barcelona lah yang cukup beruntung pernah dilatih oleh suami dari Danny ini. Setelah di Barca, Cruyff hanya melatih timnas Katalunya di laga-laga eksebisi pasca dipecat Joan Gaspart atas perintah Josep Lluis Nunez dengan menyedihkan di tengah sesi latihan 1994 karena gagal memberikan satu piala pun.

Raihan Cruyff bersama FCB sebagai pelatih lebih gemilang dibanding menjadi pemain. Sebanyak 11 piala bisa direngkuh oleh Cruyff dan menjadikannya sebagai pelatih tersukses sepanjang sejarah klub. Rekor tersebut dipatahkan oleh Josep Guardiola, sang penerus.

Bukan piala yang membuat Cruyff disanding sebagai jenius. Akan tetapi warisannya lah yang membuat ia mendapatkan tempat khusus di pemerhati dan pelaku sepak bola lintas generasi. Cruyff bukan hanya menelurkan idealisme cruyffistas, namun juga murid yang kemudian mengkreasi ulang berdasarkan ide Cruyff. Faham Cruyffista pun memunculkan sosok Judas yang menjadi antibiotik terhadap ide tersebut, yaitu Jose Mourinho. 



Tulisan mengenai sumbangsih Cruyff terhadap sepak bola akan tidak akan habis dibincangkan dalam tiga hari dua malam. Sedangkan bagi cules, warisan Cruyff adalah buah kesuksesan yang dipetik sejak akhir 1980an hingga saat ini. Bahkan sebelum Cruyff kembali menjadi pelatih, buah tersebut sudah bisa dipanen. Namun ditangan Cruyff, buah tersebut diolah menjadi kenikmatan duniawi yang tiada tara, yaitu kebanggaan, kebahagiaan dan harga diri dengan meraih Piala European 1992. Di tangan Frank Rijkaard, Guardiola dan Luis Enrique, buah ini menjadi lauk pauk makanan sehari-hari. Tanpanya, kita akan merasa lapar dan haus. 

Lalu apa yang bisa kita berikan sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih kita kepada almarhum? Bagi Joan Laporta, "jika semua suporter FC Barcelona mencuci kakinya, memijat punggungnya yang lelah atau mencuci tempat makannya, maka semua itu tidak cukup untuk menunjukan rasa terima kasih kita." Betul. 

Penghormatan kepada Cruyff sebetulnya pernah terjadi di era kepemimpinan Joan Laporta pada 26 Maret 2010, sebelum pemilihan presiden. Ketika Sandro Rosell menjadi presiden, titel presiden kehormatan Cruyff ditarik pada Juli 2010. Almarhum, dengan jijik, mengembalikannya. 



Penya Johan, yang berlokasi di Santa Coloma de Gramenet meminta agar stadion baru FC Barcelona nanti dinamai Johan Cruyff. Pembangunan stadion baru yang diperkirakan menelan biaya sebesar 600 juta euro ini akan rampung pada 2022 nanti. 

"Johan Cruyff adalah orang yang mengubah filosofi barcelonismo," ujar Antonio Martinez, ketua Penya Johan. 

"Saya faham jika beberapa pihak tidak setuju, namun ia adalah orang paling berpengaruh sepanjang sejarah barcelonismo. Anak-anak sekarang tidak akan tahu bgaimana rasanya kalah dari Real Madrid, kalah di Sevilla (final Piala EUropean 1986) atau gagal meraih titel La Liga bersama Udo Lattek. Semua itu berubah berkat Cruyff," lanjutnya. 

Memang betul apa yang dikatakan oleh Martinez. Seorang Paulino Alcantara atau Lazlo Kubala pun tidak bisa memberikan apa yang Cruyff telah berikan. Arguably, Lionel Messi pun belum bisa mempersembahkan hal serupa! 

Akankah penghormatan bagi Cruyff hanya berlangsung demi sebuah seremoni semata? Semoga tidak. Semoga FC Barcelona tetap memperlihatkan permainan yang enak dipandang mata, sesuai keinginan Cruyff.


PRIMER EL BARCA!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar